MEDIABAHANA. COM, WAJO– Pelantikan Andi Pammeneri sebagai Kepala Dinas ( Kadis) Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Dan Pertanahan ( PUPRP) Kabupaten Wajo, Kamis 2/1/2020 lalu, memberikan harapan baru dalam dunia konstruksi di Wajo.
Walaupun, sejumlah kalangan meragukan kemampuannya dibidang jasa konstruksi, tapi bupati tetap mempercayainya untuk melanjutkan pengabdiannya di dinas PUPRP.
Back ground pendidikannya yang berasal dari Sekolah pemerintahan, menimbulkan rasa pesimis, tapi niat dan tekad serta waktulah yang akan menjawabnya.
Pelantikan Mantan Camat Kera ini, sudah diprediksi sejumlah kalangan sebelumnya, posisinya sebagai pelaksana tugas Kadis Bina Marga, Cipta Karya, Jasa Konstruksi Dan Penataan Ruang Kabupaten Wajo ( Sekarang Dinas PUPRP) menjadi satu alasan kuat bagi bupati untuk memilihnya.
Usai dilantik, tentunya, sejumlah pekerjaan rumah (PR) menunggu untuk diselesaikan, tantangan dan harapan berada dipundaknya, mulai dari citra buruk pelaksanaan pekerjaan proyek sampai dengan pembenahan internal organisasi.
Berdasarkan catatan penulis, untuk tahun 2019, ada beberapa proyek bermasalah yang menjadi sorotan publik, diantaranya pekerjaan betonisasi Lamasewanua yang menelan anggaran 21 Milyar rupiah, yang belum cukup sebulan sudah retak – retak sehingga masyarakat meminta untuk dibongkar.
Pemindahan lokasi pembangunan rabat beton Jalan Pisang Desa Assorajang ke Perumnas Assorajang, yang diprotes oleh Kepala Desa dan LPMD karena tidak ada alasan jelas yang menjadi dasar pemindahan lokasi.
Selanjutnya, pekerjaan beton Desa Lapaukke yang menelan anggaran 28 Milyar rupiah, disoroti karena banyaknya retak – retak dibeberapa titik, padahal belum cukup sebulan.
Riak, reaksi dan protes masyarakat atas pekerjaan dan tanggungjawab pemerintah tidak boleh dinafikan, tapi harus menjadi pemicu untuk melakukan koreksi dan evaluasi.
Amanah yang diberikan bupati kepada mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan ini, tentunya harus direspon dengan tanggungjawab dan kesungguhan.
Karena ini adalah bagian dari 25 program kerja Bupati dan Wakil Bupati Wajo, dalam mewujudkan pembangunan jalan sepanjang 1000 kilometer.
Anggaran 200 Milyar lebih pada APBD Kabupaten Wajo tahun 2020 untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Wajo menjadi tantangan baginya.
Pekerjaan fisik dengan anggaran Milyaran rupiah membutuhkan sumber daya manusia ( SDM) yang unggul, olehnya itu sangat diperlukan orang – orang yang bisa mendampingi dan membantu Andi Pammeneri dalam memanaje pekerjaan tersebut.
Untuk mensukseskan pekerjaan besar ini, Andi Pammeneri harus punya nyali dan keberanian menempatkan orang – orang yang punya kompetensi dan kapabel, serta punya loyalitas tinggi di kantor yang dipimpinnya.
Dia harus punya keberanian untuk melakukan ” bersih – bersih ” aparat di lingkungan kerjanya, sebagai salah satu langkah pembenahan internal organisasi.
Sejuta harapan bergelayut dipundak
pria berbadan tegap ini, mutu dan kualitas pekerjaan infrastruktur di Wajo adalah hal utama.
Sentuhan tangan dinginnya dinantikan dan akan menjadi pembuktian, mampu tidaknya menjalankan amanah bupati.
Penulis : HS. Agus
