MEDIABAHANA.COM, WAJO — Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo menyampaikan penolakannya terhadap keberadaan toko modern di Belawa.
Mereka khawatir, Kehadiran toko modern ini akan mematikan usaha tradisional dan pedagang kecil yang ada di Belawa.
Penolakan tersebut disampaikan para pelaku UMKM saat menyampaikan aspirasi dihadapan anggota DPRD Wajo, Selasa 21/4/2026 di Kantor DPRD Wajo.
Perwakilan UMKM, Mustamin, menyebut, kehadiran toko modern bakal mengancam usaha pedagang kecil.
“341 pelaku usaha UMKM se Kecamatan Belawa menolak keras hadirnya toko modern atau ritel di Belawa. Kehadiran toko modern akan memberikan dampak dengan menurunnya pendapatan,” tegas Mustamin.
Menurut Mustamin, sebelum mereka datang di DPRD Wajo, para pelaku UMKM sudah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Desa bersama Pemerintah Kecamatan, tapi belum menemukan solusi, sehingga mereka aspirasi ke DPRD Wajo.
Mustamin berharap agar pembangunan toko ritel di Belawa dihentikan untuk menghindari kontak fisik.
” Kalau tidak mau ada kontak fisik, maka kami minta agar pembangunan toko modern dihentikan pekerjaannya,” tegasnya.
Penerima aspirasi DPRD Wajo, H.Ibnu Hajar, berjanji akan meneruskan aspirasi warga ke pimpinan DPRD untuk segera ditindaklanjuti ke komisi terkait.
“Kami akan teruskan aspirasi ini ke pimpinan. Keputusan yang kami ambil, keputusan kolektif, bukan pribadi, ” ujarnya
Ibnu menjelaskan, sudah ada Perda dan Perbup yang mengatur tentang keberadaan toko ritel.
“DPRD hanya menerima aspirasi. Kewenangan melarang keberadaan toko modern berada di pihak eksekutif. Kita akan gelar RDP dan memanggil pihak -pihak terkait untuk dicarikan solusi, ” ujarnya. (Gus)
Editor : Adi A. Latif
