MEDIABAHANA.COM, WAJO — Di masa kekhalifahan Abu Bakar ra., di Negeri Bahrain muncul pemberotakan. Sang Khalifah kemudian mengutus salah seorang sahabat Rasulullah, Ala’ bin Hadhrami Ra pergi ke daerah tersebut.
Di daerah yang bernama Hijr, terjadi pertempuran antara Pasukan Ala’ bin Hadhrami dengan kaum pemberontak.
Pasukan Mujahidin pimpinan sahabat Rasulullah itu, dengan gemilang berhasil mengalahkan musuh.
Kaum pemberontak kocar kacir ketakutan, mereka menyemberangi lautan dengan menggunakan kapal.
Ketika pasukan Ala’ bin Hadhrami sampai ditepi laut, sahabat Nabi itu berkata : “Seberangilah dengan menyebut asma Allah.”
Ajaib mereka melintasi laut itu, seperti berjalan di atas pasir, dan airnya hanya setinggi tapak kaki kuda. Pada saat itu, jumlah pasukan berkuda kaum muslimin sekitar 6.000 orang dan yang berjalan kaki 2.000 orang.
Sesampai di seberang, Pasukan muslimin tidak membiarkan satu orang musyrik pun lolos, untuk dijadikan tawanan. Dan selesai berperang, mereka pulang dengan menyeberangi laut seperti sebelumnya.
Peristiwa ini sangat menghebohkan, dan menjadi salah satu sebab seorang rahib dari daerah Hijr, memeluk Islam.
WaLlahu a’lamu bishshawab
Sumber :
1. Kitab Majma’ az-Zawa’id : 9/276
Abu Hurayrah narrated:
Kisah tersebut diatas mengingatkan kita akan kisah TO LANCA QADHI KE III di Kerajaan Wajo.
To Lanca diangkat jadi Qadhi menggantikan datuk ribandang qadhi II yang hendak pulang ke Gowa.
Prosesi penunjukan To lanca terekam dalam lontara ri Wajo.
Naengka mungking riaseng To Lanca iyana najello dato i bandang sullei kali, kuniro rita akkuwallinna dato’ nasaba iya To Lanca mukingwi.
Dengan disebutkannya kata Muking (Mukim) berarti To Lanca bukan penduduk setempat. Namun dilihat dari namanya, To Lanca adalah nama khas Sulawesi. Kemungkinan besar beliau adalah orang Wajo yang tidak berdomisili di Tosora, atau dari kerajaan lain di Sulawesi Selatan (bisa jadi Luwu) yang berdomisili di Tosora mengikuti rombongan Datuk Patimang.
Salah satu sifat kewalian yang di miliki oleh To Lanca adalah mampu berjalan diatas air.
Peristiwa ini terjadi ketika beliau ingin berangkat ke Tana’ Suci Mekkah.
Beliau meninggalkan Tosora menuju Pare-pare dengan berjalan kaki melalui Danau Tempe. (**)
Editor : HS. Agus












