Home / Advertorial

Jumat, 14 Februari 2020 - 13:48 WIB

Petani Tanasitolo Keluhkan Air, Minta Buka Pipa Ilegal Yang Ada Disaluran Air

 

MEDIABAHANA.COM, WAJO — Puluhan petani mendatangi kantor DPRD Kabupaten Wajo, untuk menyampaikan aspirasi, terkait tidak adanya aliran air yang sampai ke Kecamatan Tanasitolo, Jumat 14/2/2020.

Abdul Kadir Nongko, yang mendampingi petani dari 4 Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), mengeluhkan tidak adanya aliran air sampai ke Kecamatan Tanasitolo khususnya desa Ujungnge.

Kadir Nongko, meminta kepada pemerintah untuk menindak lanjuti keluhan petani, Kepala UPT Kalola jangan hanya duduk, tetapi harus merespon keluhan petani.

“Kepala UPT Kalola harus bertanggung, kenapa petani tidak bisa menikmati air sampai Tanasitolo,” tegasnya.

Kadir mensinyalir ada oknum yang membobol saluran air dan menyedot air menggunakan pipa dan mesin pompa untuk kepentingan pribadinya.

Ketua KSBSI kabupaten Wajo ini, sangat menyesalkan kurang tegasnya kepala UPT, harusnya petani yang membobol saluran harus ditindak,” ujarnya.

” Membobol saluran air adalah pelanggaran hukum, harusnya laporkan ke pihak kepolisian supaya ditindak,” katanya.

Menurut Kadir, aturan pemakaian air secara bergiliran antara petani kecamatan Maniangpajo dan kecamatan Tanasitolo tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Baca juga :  Kementan Akomodir Pupuk Bersubsidi Untuk Petani Tambak

Saat giliran petani Tanasitolo, tidak ada air yang sampai, lanjut Kadir, hal ini terjadi karena adanya penyedotan air secara ilegal.

Sudirman SH, yang ikut mendampingi petani, berharap keluhan petani bisa diselesaikan saat ini, yang dikeluhkan petani hanya satu, kenapa air tidak sampai di Ujungnge Kecamatan Tanasitolo.

Jawabannya adalah, kata Sudirman, ada orang yang membobol saluran air dan menyedotnya secara ilegal di pintu air nomor 19.

” Sumber masalahnya jelas, sekarang tergantung kepada Kepala UPT, kalau tidak sanggup menangani laporkan ke Polisi, dan Polisi bisa mengambil mesin tersebut dengan alasan tertangkap tangan melakukan kejahatan,” jelas Sudirman.

Kepala UPT Kalola, H.Rasid, mengakui kalau memang ada orang yang menyedot air dengan mesin dan selang di daerah Maniangpajo.

Menurutnya, pihaknya sudah berulang – ulang kali melepas pipa dan selang, tapi saat dia meninggalkan lokasi, dipasang lagi.

Baca juga :  Mantan Wabup Wajo Tutup Usia, Bupati Sampaikan¬† Belasungkawa

” Jika ada kami temukan, pasti kami buka, tapi saat kami pulang dari lokasi, dipasang lagi,” kata Rasid.

Tim penerima aspirasi DPRD Wajo, Haji Suriadi Bohari, mengatakan, kedatangan petani ke DPRD sudah langkah yang tepat dan anggota Dewan siap memfasilitasi, dengan mitra kerja yang terkait.

Permasalahan ini, kata Legislator Nasdem ini, sudah terjadi sejak 2017, petani Tanasitolo selalu mengeluhkan tidak adanya air yang sampai ke lokasi mereka.

” Sekarang pertanyaannya, kenapa air tidak bisa sampai ke Tanasitolo, pak UPT Kalola harus menjelaskan kepada petani,” tegas Suriadi.

Haji Mustafa anggota DPRD dari partai Gerindra, yang ikut menerima aspirasi, mengharapkan, agar jangan saling menyalahkan.

Katanya, lebih baik, dicarikan solusi, karena, tuntutan petani tentang air adalah tanggung jawab negara.

” Negara menjamin untuk memenuhi kebutuhan sumber daya air rakyat, dan rakyat itu adalah petani, ini diatur oleh undang – undang, olehnya itu marilah kita carikan solusinya,” jelasnya. (Adv)

Editor : HS.Agus

Share :

Baca Juga

Advertorial

Waspada, Kasus Covid- 19 Kembali Bertambah di Wajo

Advertorial

Buka Muscab Pemuda Pancasila, Sekda Wajo: Buat Kegiatan yang Mencerminkan Nilai Pancasila

Advertorial

Dampak Pandemi Covid-19, Kepengurusan PWI Kabupaten Wajo Diperpanjang

Advertorial

Bupati Wajo Hadiri Launching Program 1 Juta Nelayan Berdaulat

Advertorial

Jurnalis Siber Deklarasikan Terbentuknya PJMI

Advertorial

Jaga Ekosistem Ikan Air Tawar, Gubernur Sulsel Tabur 5.000 Ekor Benih Ikan Mas

Advertorial

Ini Hasil Rapat Banggar DPRD Wajo Atas Penyelesaian Pembahasan KUPA dan PPASP APBD 2019

Advertorial

RMS Salurkan Bantuan APD Untuk Paramedis dan Tenaga Medis di Wajo