MEDIABAHANA.COM, WAJO — Terungkapnya dugaan adanya setoran dari sejumlah kepala desa di Wajo untuk LSM dan Wartawan, dalam forum diskusi acara Silaturahmi Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, dan Pengurus Ormas/LSM yang dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol Wajo, disikapi aktivis dan penggiat Anti korupsi di Wajo.
Salah satunya dari ketua LSM Arus, A. Fajar Asmari. Dalam press releasenya, aktivis ini sangat menyayangkan adanya dugaan setoran uang 2 Juta setiap Kades untuk LSM dan Wartawan.
Katanya, jika hal itu terbukti, maka kejadian tersebut akan menurunkan kredibilitas dan merusak nama baik LSM dan Wartawan di Kabupaten Wajo.
“Hal ini tidak boleh dibiarkan menjadi bola panas bagi aktivis LSM dan Pers, Sehingga kami sarankan kepada leading sektor, terkait dalam hal ini Badan Kesbangpol melakukan konsolidasi,” ujar A. Fajar.
Badan Kesbangpol, lanjut Fajar, harus segera melakukan konsolidasi internal dengan tokoh aktivis yang memiliki kredibilitas dan integritas guna membahas akar masalah dan solusi terbaik yang dibutuhkan guna mengantisipasi hal-hal yang lebih kontraproduktif di daerah kita ini.
“Secepatnya Badan Kesbangpol segera melakukan konsolidasi, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dan sebelum semakin meluas dampak buruk yang dapat ditimbulkan dengan adanya Isu tersebut dan juga akibat lainnya,” urai Fajar.

Sebelumnya, ketua JPKPN Kabupaten Wajo, Zainuddin, dalam acara Silaturahmi Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, dan Pengurus Ormas/LSM yang dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol, mempertanyakan adanya isu, setoran uang 2 juta setiap kepala desa untuk LSM dan Wartawan.
“Saya pertanyakan adanya isu setoran uang 2 juta setiap kepala desa untuk LSM dan Wartawan, siapa yang terima uangnya dan keberadaannya uang itu dimana, pertanyaan ini saya tujukan kepada Ketua APDESI Wajo,” kata Zainuddin.
Usai acara, ketua APDESI Kabupaten Wajo, H. Muhammad Nasir, dihadapan LSM dan Wartawan yang mencegatnya, mengaku tidak tahu – menahu perihal setoran tersebut.
“Saya tidak tahu perihal setoran 2 juta tersebut, tapi saya memang pernah dengar informasi tentang hal itu,” ujar Nasir.
Sejumlah wartawan dan LSM menyebut adanya oknum inisial F yang menfasilitasi mengumpulkan dan mengatur pembagian uang tersebut.
(Red)
Editor : HS. Agus












