MEDIABAHANA.COM, WAJO — Salah satu penunjang untuk menggerakan perekonomian adalah infrastruktur jalan harus bagus.
Olehnya itu, Pemerintah Kabupaten Wajo telah mengalokasikan anggaran 240 milyar untuk pembangunan infrastruktur jalan pada APBD tahun 2020.
Tetapi, tiba-tiba muncul wabah yang menyerang seluruh negara, termasuk Indonesia, khususnya Kabupaten Wajo, yaitu virus Corona disease 19 atau Covid- 19, yang mengakibatkan ekonomi porak poranda.
Anggaran 240 milyar, yang tadinya dipersiapkan untuk pembangunan infrastruktur, akhirnya hanya terealisasi 60 milyar. Sebahagian dana dipergunakan untuk penanganan Covid- 19.
Untuk tahun 2021, pemerintah kabupaten sudah merencanakan anggaran infrastruktur sampai 350 milyar
dengan menggabung semua bantuan keuangan daerah, tapi ternyata pandemi belum berlalu.
Hal tersebut diungkapkan bupati Wajo, H. Amran Mahmud, saat meresmikan pusat oleh-oleh Sengkang, Selasa 10 Agustus 2021 di Jalan Bau Mahmud Sengkang.
Katanya, harapan untuk menikmati jalan mulus pada tahun 2024 terancam tidak terealisasi.
“Harusnya 2024, kita sudah bisa menikmati semua jalan mulus, ke Takkalla, ke Sajoanging. Tapi apa daya karena ada pandemi, begitu berat rasanya,” ujar Amran.
Padahal, dalam pikiran Amran, jika infrastruktur sudah bagus, siapapun pemimpin yang akan datang, dia sudah dapat mengembangkan 3 hal yang bisa membuat masyarakat maju dan sejahtera.
3 hal itu adalah membangun industri, membangun trading dan membangun tourism. Jika 3 hal ini sudah jalan, ekonomi masyarakat juga akan meningkat.
“Jika pondasinya tidak bagus ketiga hal ini tidak bisa jalan dengan baik. Jalanan harus baik dan listriknya harus sampai dipelosok,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Amran, perlu semangat kebersamaan dan kekompakan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. (**)
Editor : HS. Agus












