Cegah Penyakit DBD Dari Hulu, Kadis Kesehatan Wajo Lakukan Inovasi Go Cantik

Bupati Wajo, H. Amran Mahmud, meresmikan aplikasi Go Cantik, gerakan mencari jentik, didampingi Wakil Bupati Wajo, Ketua DPRD Wajo, Kadis Kesehatan, Rabu 12 Agustus 2021 (foto : istimewa)

MEDIABAHANA.COM, WAJO — Pemerintah Kabupaten Wajo melakukan lounching aplikasi go cantik atau gerakan Wajo mencari jentik, Kamis 12 Agustus 2021, di ruang Pola Kantor Bupati Wajo.

Acara ini dihadiri Wakil bupati Wajo, ketua DPRD Wajo, Kepala OPD, Camat, Lurah, LSM dan Pers.

Hadir juga melalui aplikasi zoom, Direktur P2PTVZ Kementerian Kesehatan RI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Dr drg Hj Armin M. Kes, Go Cantik
adalah akronim dari gerakan Wajo cari jentik, yang artinya Go itu mengajak, Cantik artinya Cari jentik nyamuk Aedes aegepty, berati mengajak mencari jentik.

Katanya, di masa pandemi covid-19 ini, diperlukan pemimpin yang adaptive dan agile dalam menangani permasalahan, sehingga dibuat aksi perubahan yaitu inovasi untuk mencegah penyakit demam berdarah dari hulu yang disebut go cantik.

Gerakan ini bertujuan untuk menjadikan kabupaten wajo menjadi kabupaten bebas jentik sehingga memiliki manfaat untuk masyarakat sehat, produktif, dan sejahterah.

Adapun outputnya adalah meningkatnya peran serta keluarga, masyarakat dalam pencegahan DBD sedangkan outcomenya yaitu meningkatnya angka bebas jentik diatas 95%, terbentuknya rumah tangga, perkantoran, sekolah dan lingkungan bebas jentik

“Tahapan rencana strategis telah kami laksanakan mulai dari pembentukan tim kerja, penyusunan modul go cantik, regulasi berupa peraturan bupati go cantik no 126 tahun 2021 sampai tahap lounching dan sosialisasi hari ini” ujar Armin.

Melalui go cantik, lanjutnya, dapat bekerjasama dengan para stakeholder termasuk pengusaha ikan hias/ ikan cupang untuk mengurangi jentik di rumah atau perkantoran .

Dan untuk mendukung program go cantik yang mengutamakan penggerakan masyarakat, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Infokom dan Statistik Kabupaten Wajo untuk memaksimalkan pelaporan melalui aplikasi go cantik berbasis android yang bisa langsung diakses melalui handphone.

“Terimakasih kami ucapkan atas dukungan dari semua stakeholder, semoga inovasi “go cantik “ ini menjadi salah satu program di kementerian kesehatan dan nantinya dapat diimplementasikan di seluruh indonesia.

Bupati Wajo, H. Amran Mahmud, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo atas terobosan dan inovasinya dalam rangka mencegah penyebaran penyakit DBD.

“Terimakasih Direktur P2PTVZ Kemenkes RI, Kadis Kesehatan Provinsi, Puslatbang KMP LAN RI Makassar, yang telah memberikan bimbingan, atas inovasi Kadis Kesehatan Kabupaten Wajo dalam menanggulangi penyakit DBD,” kata Amran.

Amran menyebut penyakit DBD bukan hanya tanggungjawab bidang kesehatan saja melainkan tanggung jawab bersama.

“Berdasarkan data jumlah kejadian DBD dalam 3 tahun mengalami fluktuasi tahun 2018 sebesar 60 kasus, 2019 sebesar 297 kasus, 2020 sebesar 124 kasus, tahun 2021 sampai bulan Juli 115 kasus. Penyebarannya hampir di semua kecamatan, sementara angka kematian akibat DBD hampir setiap ada. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi penyebab umumnya adalah penderita terlambat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Masalah yang terjadi saat ini, lanjut Amran, adalah masih belum optimalnya peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (psn).

Penanggulangan penyakit dbd yaitu PSN (pemberantasan sarang nyamuk) 3m plus, dimana secara rutin, dan terus menerus menggerakkan terlaksananya PSN mandiri oleh masyarakat yang mencakup : menguras bak penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk, dan menghindari gigitan nyamuk seperti memakai kelambu waktu tidur atau menggunakan anti-nyamuk oles.

Salah satu upaya mencapai masyarakat wajo yang sehat adalah lingkungan yang sehat terbebas dari penyebab penularan penyakit, utamanya dalam hal ini penyakit demam berdarah. untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari penularan penyakit demam berdarah maka di buatlah suatu gerakan wajo cari jentik (go_cantik) disertai dengan inovasi aplikasi yang diberi nama g0_cantik.

“Gerakan ini sejalan dengan program nasional yaitu gerakan 1 rumah 1 jumantik dan tema asean dengue day (add) tahun ini adalah “bersama lawan dengue di masa pandemi covid-19” yang diperingati pada tanggal 15 juni setiap tahunnya,” imbuhnya.

Upaya-upaya pencegahan terhadap penyakit DBD, sangat diperlukan bagi kabupaten Wajo, upaya PSN harus dilakukan setiap saat karena kabupaten wajo merupakan daerah endemis DBD.

Masyarakat dalam melaksanaan PSN-DBD tentunya memerlukan motivasi, hal ini hanya bisa didapat melalui kita bersama sebagai aparatur pemerintah dan stakeholder yang mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Merupakan kewajiban kita untuk menggerakan mereka dalam penanggulangan DBD secara terus menerus dan tanpa bosan – bosannya disetiap kesempatan, oleh karena itu pada kesempatan ini kami ingin mengajak saudara-saudaraku sekalian, mari kita bersama-sama secara terpadu menggerakan masyarakat mengatasi masalah kesehatan terutama penanggulangan penyakit dbd melalui gerakan wajo cari jentik sehingga tujuan kita agar masyarakat wajo yang sehat dapat tercapai,” tambahnya.

“Gerakan Wajo cari jentik merupakan gerakan masif dari seluruh lapisan masyarakat Wajo dan harus dilakukan secara terus menerus sehingga dapat menurunkan angka kejadian DBD di Kabupaten Wajo di masa yang akan datang,” pungkas Amran Mahmud. (**)

Editor : HS. Agus

Tinggalkan Balasan