Oleh : D. Suhardiman Sunusi
MEDIABAHANA.COM, WAJO — Areal pemakaman yang tidak jauh dari kantor Desa Sogi ini memiliki daya tarik tersendiri. Kompleks Pemakaman tua yang menurut penjelasan penjaga kira-kira sudah berusia 400 tahun . Sampai sekarang lokasi ini tidak pernah sepi dari pengunjung.
Dalam komplek pemakaman yang tidak begitu luas ini terdapat sebuah makam yang diakui penduduknya sebagai makam seorang raja. Puang Massora (Raja yang berasal dari Tosora), begitu penduduk menyebutnya.
Ketika kami menanyakan siapa nama asli Puang MASSORA , beliau langsung mengatakan ada, cuma nama asli Puang MASSORA di sakralkan bagi masyrakat di sana sehingga tidak mau menyebutnya.
Konon katanya puang MASSORA adalah seorang raja di Tosora , sebelum meninggal dia pesankan kepada seluruh kerabat dan masyarakatnya bahwa kalau dia meninggal jenasahnya harus di angkat dan berjalan ke utara. apabila dalam perjalanan, kaki orang yang mengangkat jenasahnya sudah tidak mampu bergerak maka di situlah dimakamkan..
Ketika Puang MASSORA meninggal jenasahnya diangkat sesuai pesan terakhirnya. masyarakat yang mengangkat jenasahnya berjalan tanpa tujuan ke arah utara, akhirnya sampailah di sebuah daerah dimana jenasah itu sangat berat dan kaki susah untuk melangkah lagi maka di situlah jenasahnya di kuburkan. daerah yang dimaksud adalah di desa sogi sekarang.(**)
Editor : HS. Agus












