Oleh : D. Suhardiman Sunusi
MEDIABAHANA.COM, WAJO — Pengambilan sumpah jabatan merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh seluruh Pejabat Negara tatkala akan menjalankan tugas baru atau mendapat jabatan baru.
Sebenarnya tradisi seperti ini jauh di wilayah timur nusantara tepatnya di Wajo, tradisi pengucapan sumpah sudah dilakukan di kerajaan ini
Sumpah antara pejabat negara dengan masayarakat sudah terekam dalam sebuah perjanjian yang bernama perjanjian Majauleng dan perjanjian Lapadeppa,….
Perjanjian Majauleng merupakan sebuah konsesus antara masyarakat Wajo dengan calon pemimpin, perjanjian inilah menandai lahirnya kerajaan wajo dengan sistem pemerintahan Batara
Adapun Perjanjian Lapadeppa, merupakan kesepakatan baru yang dilakukan antara masyarakat dan Arung simentempola yang menandai berakhirnya sistem Batara, dan dimulainya babak baru dengan sistem yang baru yaitu Arung Matoa wajo….
2 perjanjian inilah yang selalu di ingatkan ulang oleh Arug Bettempola kepada setiap calon Arung Matoa wajo yang terpilih dan mau dilantik , agar tidak melanggar sumpah dari isi kedua perjanjian tersebut….
Makkedai Arung Betteng:
Warekkengngi Arung Matoa, jancinna Batara Wajo’ La Tenribali ri Majauleng sibawa to Bolié.
Muarekkettoi janci lamumpatukku’ ri Lapadeppa ,mullengengngi to Wajo’é ri madecéngnge~ mupalettukengngi rimajengngé. Mupanini’i ri maja’é, musiletteng ri madécénngé.
Temmuakkeda cékkuang tanaé ri Wajo temmugau cékuang tó Wajo,é.
Temmupateppai élo’ Arung Mangkau’.Temmu appapammanareng akkarungemmatoaé ri anamu ri eppomu,narékko dé nakennai assiturusenna to Wajo’
Tessiboko’-bokoreng arungngé, tessisoé-soéang to Wajo é ri asè• ri awa, arumpnua.
Nasikadong Petta La Palewo To Palipu’ sibawa to Wa jo,
Berkata Arung Bétteng:
Pegang teguhlah, hai_Arung Matoa, janji Batara Wajo’ La Tenribali di Majauleng bersama orang-orang boli. Pegang teguhlah pula perjanjianku di Lapadeppa
engkau pimpin orang-orang Wajo menuju kebaikan dan.mengantarkan mereka ke kemaslahntan.
Engkau hindarkan mereka dari kesukaran, dan sama tiba di kebaikan. Tidak engkau memerintah negeri Wajo’ L berdasarkan_kehendak sendiri dan tidak engkau hertindak terhadap orang-orangWajo’ !.. menurut kehendakmu_
seorang diri. Tidak engkau memerintah mereka sebagai raja yang berkuasa mutlak_Tidak engkau mewariskan jabatan Arung rnatoa kepada ana cucumu, jika tidak berdasarkan kehendak bersama..orangorang Wajo’. Tidak saling membelakangi!.. para Arung, tidak saling mengayunkan tangan ( berselisih paham ) orang orang Waho lapisan atas dan_bawah, pemerintah dlan rakyat. Maka saling mengiakan Tuan kita LA Paléwo To Palippu’ dan orang-orang Wajo.
Isi dan nilai perjanjian Majauleng dan perjanjian Lapadeppa seharusnya selalu dibacakan dan diingatkan kepada setiap pejabat yang memegang wilayah pemerintahan di wajo, …. Dan kalau perlu di jadikan sebagai sebuah tradisi pada setiap ada kwgiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. (**)
Editor : HS. Agus












