Bayi Penderita Hidrosefalus Akhirnya Dioperasi

Bupati Wajo menjengu Balita Hidrosefalus (hms)

MEDIABAHANA.COM, BAHANA — Masih ingat dengan bayi penderita hidrosefalus asal Kabupaten Wajo. Sempat viral di medsos karena orang tuanya tak mampu membiayai biaya operasinya.

Bocah berusia dua tahun warga Kelurahan Sompe, Kecamatan Sabbangparu itu, saat ini telah menjalani proses operasi di RSUD Labuang Baji Makassar.

Kabar baiknya, meski tanpa rujukan, biaya dan pengobatan dan operasi putri dari pasangan Ahmad Yani dan Revirianty ini dicover oleh Pemprov Sulsel.

Hal tersebut tentu saja tidak lepas dari perhatian Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang memberi instruksi langsung kepada Direktur RSUD Labuang Baji, Haris Nawawi untuk memberikan pelayanan medis untuk bayi itu.

Bupati Wajo, Amran Mahmud yang sejak awal sudah mengkomunikasikan untuk penanganan medis Bilqis pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulsel yang telah memberi perhatian penuh kepada warganya tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur, atas perhatian dan bantuannya kepada warga kami yang saat ini menderita hidrosefalus. Begitu juga kepada Direktur RSUD Labuang Baji Makassar yang memang menjadi pertama kami hubungi untuk membantu penanganan warga kita, ” ucap Amran Mahmud, Kamis (12/05/2022).

Terlebih lagi kata Amran, bayi penderita hidrosefalus ini memang berasal dari keluarga kurang mampu dan belum terdaftar di DTKS sebagai penerima bantuan sosial, karena data kependudukannya belum update. Yang bersangkutan pernah meninggalkan daerah atau merantau.

Selain kepada Gubernur Sulsel, Amran juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu keluarga Ahmad Yani.

Sementara, keluarga Ahmad Yani dan Revirianty juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Prov Sulsel, Pemerintah Kabupaten Wajo dan seluruh pihak yang telah membantu selama ini.

“Terima kasih banyak Bapak Gubernur, Bapak Bupati serta seluruh dermawan baik melalui pribadi maupun lembaga dan organisasi yang telah membantu pengobatan anak kami. Juga kepada direktur RSUD Labuang Baji yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada kami,” ucapnya.

Diketahui, sebelumnya Bilqis telah mendapat perawatan di Puskesmas dan RSUD Lamaddukelleng Sengkang. Oleh dokter orang tua sang bayi disarankan agar merujuk Bilqis ke RSUD Makassar untuk di operasi.

Namun setelah keluar dari RSUD, pihak keluarga belum juga merujuk putrinya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bukan hanya karena biaya, beberapa alasan lain menjadi pertimbangan keluarga tersebut untuk membawa putrinya dirawat ke Makassar.

Bupati Wajo, yang datang menjeguk ketika itu, berusaha meyakinkan Revi untuk bisa mendampingi putrinya mendapatkan perawatan lebih baik.

Untuk meyakinkan keluarga Bilqis, selain memerintahkan Dinsos dan instansi terkait untuk membantu penanganan Bilqis di Makkasar. Amran Mahmud juga menghubungi Direktur RSUD Labuang Baji Makassar via telepon. Hasilnya, segala hal untuk penanganan Bilqis terjamin

“Saya punya sahabat Direktur RSUD Labuang Baji namanya dr. Haris. Beliau punya program untuk penanganan penyakit seperti ini,” ucap Amran Mahmud. (**)

Editor : Edy Mulyawan

Tinggalkan Balasan