Berita  

Mahasiswa Tuntut 3 Komisioner “Import” Mundur Dari KPU Wajo

Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu Kabuoaten Wajo melakukan unjuk rasa di depan kantor KPU Kabupaten Wajo (gus)

MEDIABAHANA.COM, WAJO — Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu Kabupaten Wajo melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor KPU Kabupaten Wajo, Jalan Bau Mahmud Sengkang, Selasa 2/1/2023.

Dalam aksinya, Mahasiswa bergantian menyampaikan orasi sambil membakar ban bekas.

Terjadi insiden saat Mahasiswa hendak membakar ban bekas. Aparat kepolisian dari Polres Wajo melarang Mahasiswa membakar ban di depan pintu pagar Kantor KPU. Sempat terjadi aksi saling dorong antara petugas dan Mahasiswa.

Mahasiswa yang menggelar orasi menyampaikan sejumlah tuntutan agar 3 Komisioner “import” KPU Wajo mengundurkan diri.

“Kami minta agar 3 Komisioner KPU Wajo mundur dari jabatannya. Mereka itu sengaja di import dari daerah lain yaitu A. Reihana, Nasaruddin, dan Erwin, ” ujar salah seorang orator, Muh. Adam Surya

Mahasiswa menyampaikan penolakannya terhadap 3 Komisioner “import” dari Kabupaten Soppeng dan Bone. Mahasiswa mempertanyakan integritas tim seleksi KPU Kab/Kota.

“Kami menolak 3 Komisioner KPU Wajo. Mereka sudah mendaftar di daerahnya Soppeng dan Bone, tapi tidak lulus, dan mendaftar kembali pada seleksi KPU di Wajo, ” tegas Ismail.

Ismail menyebut, Mahasiswa meragukan kemampuan ke 3 Komisioner ini dalam menjalankan tugas-tugasnya. Secara sosiologis dan geografis mereka tidak paham dengan Kabupaten Wajo.

Mahasiswa menyayangkan lolosnya ke 3 orang ini, sehingga sejumlah orang Wajo yang ikut seleksi harus tersingkir.

“Apakah Kabupaten Wajo sudah kehabisan SDM, sehingga orang dari luar yang dilantik menjadi komisiiner KPU, ” ketusnya.

Ketua KPU Wajo, A. Rahmat Munawar yang keluar menemui Mahasiswa, menyampaikan terimakasih atas kepedulian Mahasiswa terhadap demokrasi di Kabupaten Wajo.

Kata Munawar, KPU tidak sendiri dalam melaksanakan proses demokrasi, masih ada Mahasiswa yang peduli akan jalannya proses demokrasi.

Terkait tuntutan Mahasiswa, Munawar mengaku memiliki kewenangan yang terbatas. Proses seleksi bukan kewenangannya, tetapi tim seleksi Kabupaten/Kota.

“Saya memiliki batasan kewenangan. Tapi saya siap memfasilitasi pertemuan dengan 4 Komisioner KPU Wajo lainnya, ” tutupnya. (**)

Editor : HS. Agus

Tinggalkan Balasan