MEDIABAHANA.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota MakassarWali Kota Makassar menghentikan program Kapal Apung COVID-19. Program ini dinilai tak efektif lagi setelah penumpang terus mengalami penurunan.
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, membenarkan jika program isolasi Covid- 19 di KM Umsini dihentikan.
” Kita sudah hentikan, sudah tidak efektif lagi, tapi alhamdulillah hampir 300 total yang naik,” kata Danny Pomanto saat dimintai konfirmasi, Senin 13 September 2021.

Danny menyebut program Kapal Apung Umsini COVID-19 berakhir Selasa 21 September. Karena itu, penanganan pasien COVID-19 dilakukan bersamaan dengan program Pemerintah Provinsi Sulsel.
” Program isolasi di Kapal Umsini sudah berakhir jadi kita tidak menerima lagi setelah tanggal 15. Kenapa? Karena BOR-nya makin kecil, sehingga saya kira kita gabungkan dengan sistem yang ada di provinsi,” jelas Danny.
” Kita gabung dengan sistem isolasi terpadu provinsi, kita dukung saja program kerjanya provinsi,” ucapnya.
Danny menyampaikan masih tetap memantau perkembangan COVID-19 di Kota Makassar. Jika penularan terus menurun, program Kapal Apung COVID-19 dihentikan.
“Kita lihat perkembangannya sampai tanggal 15, kalau sampai tanggal 15, misalnya meningkat, kemungkinan kita akan meminta perpanjangan. Kalau tidak meningkat, terus menurun, kita terus mensyukuri bahwa COVID-19 betul-betul sudah menurun,” terangnya.
Program isolasipasien positif COVID-19 di kapal laut menjadi tren. Setelah dipelopori Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini sejumlah pemerintah daerah lain turut merencanakan program isolasi di kapal laut.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadikan Kapal Apung COVID-19 milik Pemkot Makassar sebagai percontohan untuk pemda lainnya di Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub R Agus H Purnomo juga meninjau langsung Kapal Apung COVID-19 Pemkot Makassar. (Rusdi)
Editor : Moh. Supriyadi












