MEDIABAHANA.COM, WAJO — Pasca ditetapkannya status tanggap darurat kekeringan di Wilayah Kabupaten Wajo pada 14 September 2023, Pemerintah Kabupaten Wajo telah melakukan langkah – langkah starategis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri, mengatakan, sejak bulan agustus sampai awal september lalu telah ditetapkan status siaga kekeringan.
Namun, karena kondisi kekeringan yang sudah berdampak terhadap sektor kehidupan masyarakat, seperti kegagalan panen dan tanaman padi di beberapa kecamatan, berkurangnya sumber pengairan dan sumber air bersih, bahkan telah berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat, sehingga ditetapkan status tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Wajo.
Menurut manta Kepala Dinas PMD Kabupaten Wajo ini, dalam rangka menghadapi El Nino yang diperkirakan terjadi sampai pada akhir tahun 2023, BPBD telah mengaktifkan posko penanggulangan bencana terpadu di Wilayah Kabupaten Wajo.
“Atas perintah Bapak Bupati, kami telah mengaktivasi posko penanggulangan bencana terpadu tingkat Kabupaten Wajo dengan melibatkan semua OPD terkait, TNI Polri, Camat dan Kepala Desa/lurah,” ujarnya.
Setelah posko diaktifkan, lanjut Syamsul, maka semua elemen terkait akan bersama-sama melakukan kerja penanggulangan bencana akibat kekeringan, membantu masyarakat, dan mengantisipasi dampak yang bisa meluas.
Sebagai langkah awal, sebut ketua PBSI Kabupaten Wajo ini, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan OPD terkait.
“Termasuk melakukan tindakan darurat bekerjasama dengan PDAM memberikan suplay air bersih bagi daerah yang membutuhkan air,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, BPBD juga telah melakukan identifikasi dampak kekeringan baik areal gagal panen atau gagal tanam untuk selanjutnya diajukan usulan untuk pemberian bantuan.
“Kami juga telah membuat posko di kantor BPBD Wajo,” imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Wajo, Amran Mahmud, yang didampingi kepala Dinas Pertanian, Ashar,Kepala BPBD, Syamsul Bahri, Camat Tanasitolo, Andi Sahri Alam, dan Anggota DPRD Wajo, Junaidi Muhammad, mengunjungi warga Assorajang yang bermukim di sekitar Kanal Radi A.Gani.
Setelah melihat kondisi warga yang membutuhkan air bersih, bupati langsung memerintahkan Perumda Tirta Danau Tempe untuk melakukan suplay air bersih.
Bupati juga memerintahkan Kepala BPBD Kabupaten Wajo untuk menyalurkan bantuan gentong air sebagai penampungan air bersih yang di suplay Perumda Tirta Danau Tempe. (**)
Editor : HS.Agus












