Home / Wajo

Rabu, 15 Januari 2020 - 13:29 WIB

Buruh Tolak Rancangan UU Omnibus Law, Wakil Bupati Sampaikan Kekecewaannya, Ketua KSBSI Minta Maaf Dan Memeluk Wabup

MEDIABAHANA. COM,  WAJO — Puluhan buruh di Wajo menggelar aksi unjuk rasa menolak rancangan Undang – undang Omnibus Law, Rabu 15/1/2020.

Aksi puluhan buruh yang tergabung dalam KSBSI Kabupaten Wajo melakukan long march dari Lapangan Merdeka Sengkang menuju Kantor Bupati dan Kantor DPRD Wajo di Jalan Rusa Sengkang.

Buruh yang tiba di halamana Kantor Bupati meminta agar Wakil Bupati menerima dan menemui para pengunjuk rasa.

” Kami minta Bapak Wakil Bupati datang menemui kami di sini dan menerima aspirasi buruh, ” kata Abdul Kadir Nongko, ketua DPC KSBSI Kabupaten Wajo.

Abdul Kadir Nongko dalam orasinya, menolak rancangan Undang – undang Omni Law yang saat ini digodok di DPR RI.

Katanya, jika Undang – undang ini diberlakukan, maka buruh akan menderita dan sengsara, karena Undang – undang ini tidak berpihak kepada pekerja.

Baca juga :  Wajo Terima Penghargaan Proklim dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI

” Kami tolak rancangan Undang – undang itu, karena hanya akan menyengsarakan dan membuat buruh menderita,” ujarnya.

Pengunjuk rasa yang jenuh menunggu kedatangan Wakil Bupati, akhirnya mengutus Ketua KSBSI dan sejumlah perwakilan buruh untuk menemui Wakil Bupati di Ruangannya.

Wakil Bupati Wajo, Haji Amran SE, yang menerima kedatangan perwakilan buruh, menyampaikan kekecawaannya terhadap KSBSI yang melakukan aksi unjuk rasa dan tidak menyampaikan kepadanya.

Menurutnya, sepantasnyalah KSBSI memberikan penyampaian jika mereka mau melakukan aksi, karena dirinya adalah ketua Tripartit Kabupaten Wajo.

” Saya kecewa saudara tidak menyampaikan, kalau mau melakukan aksi hari ini, saya adalah Ketua Tripartit Kabupaten Wajo, sayalah yang harus di depan memimpin aksi ini, ” ujar Amran.

Pengusaha Batu bara ini, sangat menyesalkan, tidak adanya pemberitahuan kepadanya, sebagai ketua Tripartit dirinya sudah banyak menyelesaikan kasus ketenaga kerjaan, bahkan diperjuangkan sampai di Jakarta.

Baca juga :  Pemkab Wajo Kunker di Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ini Tujuannya

” Selama 10 bulan sebagai wakil Bupati, saya selalu mengakomodir kepentingan masyarakat selama tidak bertentangan dengan Undang – undang, pintu ruangan saya selalu terbuka mari kita berkonsultasi dan berkordinasi. Saya tahu sekali permasalahan buruh, karena saya berlatar belakang pengusaha, ” jelasnya.

Setelah mendengarkan pernyataan Wakil Bupati, Abdul Kadir Nongko langsung minta maaf dan memeluk wakil bupati.

” Saya minta maaf pak, saya salah, karena tidak menyampaikan langsung kepada Bapak Wakil Bupati, perihal aksi ini, walaupun sebenarnya sudah bersurat melalui bagian umum Sekertariat Daerah Kabupaten Wajo,” ujar Kadir.

Akhirnya, Wakil Bupati turun dari ruangannya dan menemui buruh yang berunjuk rasa depan Kantor Bupati Wajo.

Editor: HS. Agus

Share :

Baca Juga

Daerah

Peringati HJK, Kodim 1406 Wajo Gelar Karya Bakti

HALO POLISI

Kedapatan Menyimpan Sabu, Pemuda Asal Bone Diringkus Polisi

Daerah

BKPSDM Wajo Closing Audit External ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016

HALO POLISI

Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Satlantas-Piket Fungsi SPKT Gelar Patroli dan Bedug Sahur

Advertorial

Harmonis, Dewan Dukung Program Kerja Bupati dan Wabup Wajo

Advertorial

DPRD Wajo Menerima Ranperda APBD Perubahan untuk Dibahas

Advertorial

DPRD Wajo-Pemkab Sepakati KUPA dan PPASP APBD Tahun 2019

Peristiwa

Anjing Gila Mengamuk di Belawa, 8 Orang Terluka