Home / Wajo

Rabu, 22 Januari 2020 - 20:28 WIB

Gubernur Sulsel Dukung IAI As’adiyah Berubah Bentuk Menjadi Islamic University Of As’adiyah

MEDIABAHANA. COM,  WAJO — Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Prof. HM. Nurdin Abdullah, memberikan dukungan kepada Institut Agama Islam As’adiyah (IAIA) untuk berubah bentuk menjadi Islamic University Of As’adiyah.

Dukungan ini disampaikan Gubernur saat menghadiri acara penandatanganan Mou dukungan berubah bentuk Institut Agama Islam As’adiyah Sengkang menjadi Islamic University Of As’adiyah Sengkang di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu 22/1/2020.

” Pagi ini semua hadir, ini merupakan wujud dukungan untuk wujudkan kesyukuran atas rencana yang sangat mulia bagi IAI As’adiyah menuju Islamic University of As’adiyah Sengkang,” kata Nurdin Abdullah.

Dikatakan, dirimya sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Wajo atas dukungannya yang kuat, serta sinergi yang terbangun, dan ini modal untuk Wajo semakin maju ke depan.

” Dari dulu ketika saya datang ke Wajo, setelah Bapak Dr. H. Amran Mahmud jadi Bupati, memang beliau merangkul lembaga pendidikan, karena memang berlatar belakang pendidikan, saya kira ini sebuah energi menuju Islamic University apalagi semangat Rektornya ini semangat 45 kuncinya ada pada semangat, sehingga kita menjadi optimis,” ungkap Nurdin Abdullah.

Wajo akan lari kencang, sebut Nurdin, karena memiliki Bupati dan Wakil Bupati yang kompak, dan ini jarang, kemana-mana kelihatan seperti saudara kembar, memiliki visi yang kuat, dan memiliki perguruan tinggi yang banyak di Kabupaten Wajo.

Potensi bukan jaminan untuk sejahtera, urai mantan Bupati Bantaeng ini, tetapi yang menjamin kesejahteraan adalah sumber daya manusia, SDM bukan hanya cerdas, tetapi memiliki akhlak yang baik, moral yang baik, memiliki itikad yang baik, ditambah lagi pemimpin yang mempunyai jejaring yang luas dan itu yang dimiliki pemimpin di Kabupaten Wajo dan juga memiliki forkompinda yang bersinergi serta kompak.

” Wajo ini punya potensi yang luar biasa, hamparan lahannya luas, memiliki Danau Tempe serta punya sejarah panjang sebagai penghasil Sutra dan hampir semua potensi yang dimiliki dibutuhkan masyarakat dunia,” kata Nurdin Abdullah.

Perguruan tinggi di Wajo, lanjutnya, bisa kelola potensi sumber daya alam dengan menciptakan manusia manusia unggul yang menguasai teknologi, yang memiliki skill dan untuk peningkatan status ke University harus dibarengi dengan loncatan yaitu penyiapan SDM yang unggul, dengan membuat Program Studi sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca juga :  Sekda Wajo Masuk Nominator Anugerah ASN 2018, Bupati: Diharapkan Meraih Peringkat Pertama se- Indonesia

Rektor IAI As’adiyah Sengkang H. Yunus Pasanreseng Andi Padi, mengatakan, penandatanganan MoU sebagai pertanda dukungan terbentuknyanya Islamic University of As’adiyah hari ini.

“Kami tidak dipersyaratkan berat, karena sudah mendapatkan kuota dari Kementerian Agama, adapun persyaratan yang kami hadapi adalah 5 fakultas serta 10 Prodi harus berada di bawah payung Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan itu sudah siap 8 Prodi kami terbangkan bersama Permohonan perubahan bentuk yang akan dikawal oleh MoU yang akan ditandatangani pada hari ini,” kata H.Yunus Pasanreseng Andi Padi.

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, menyampaikan terima kasih atas support penuh Gubernur Sulawesi Selatan. Jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo, senantiasa terus memiliki semangat, spirit yang luar biasa, sehingga sepatutnya menyambut ini untuk terus berkarya, berbuat untuk menghadirkan wadah tempat untuk membina generasi generasi yang memang sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah, generasi yang akan menghadapi tantangan yang lebih besar.

Hari ini, lanjut Amran Mahmud, semua berkumpul untuk memberi dukungan kepada IAI As’adiyah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, apa yang menjadi gaung Presiden Republik Indonesia untuk mencapai Visi 2045, menjadi 3 besar bangsa kita adalah bagaimana membangun dan mencetak sumber daya manusia yang unggul untuk Indonesia maju.

“Kehadiran kita hari ini, untuk mencoba meramu dan mengambil peran secara kongkrit untuk memberikan dukungan penuh kepada IAI as’adiyah yang sudah berkiprah cukup lama,” Bupati Wajo menambahkan.

Dikatakan, As’adiyah adalah sebuah pondok pesantren tertua di Sulawesi Selatan dan memiliki perguruan tinggi, dan sudah 55 tahun mencetak generasi-generasi yang sudah tersebar, bukan hanya di Nusantara, tetapi di penjuru dunia dan tentu tidak ada salahnya kalau pemerintah punya kewajiban untuk berkontribusi besar kepada perguruan yang sudah luar biasa berkorban dengan segala pengorbanannya.

Baca juga :  450 Calon Jamaah Haji Wajo Diberangkatkan ke Mekkah

Lanjutnya, As’adiyah juga membantu mencetak anak-anak bangsa, olehnya diucapkan jazakumullah Khairan katsiran kepada Bapak Gubernur dan seluruh Bupati yang telah mensupport, memberi dukungan penuh untuk menghantarkan IAI As’adiyah Sengkang menjadi Islamic University of Asadiyah, sehingga bisa menjadi lembaga pendidikan terpandang dan membanggakan buat masyarakat Sulawesi Selatan.

“Saya optimis jejaring alumni alumni As’adiyah akan ikut mengambil peran, untuk bersama sama mengawal perguruan kita ini, sehingga betul-betul bisa mewujudkan harapan kita, olehnya itu atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan atas waktunya, bahkan segala support yang diberikan,” ungkap H. Amran Mahmud.

Dikatakan, Provinsi juga akan memberikan perhatian dalam bentuk bantuan di tahun ini, dan Pemerintah Kabupaten Wajo telah anggarkan dana hibah untuk pondok pesantren As’adiyah sebanyak 1,9 miliar dan 600 juta di dalamnya itu diperuntukkan untuk perguruan tingginya untuk tahun ini.

“Ini upaya kita untuk memberi dukungan penuh kepada perguruan kita ini, untuk mencetak anak-anak bangsa kita, dimana kami juga sudah adakan MoU setelah hari jadi Wajo tanggal 29 Maret 2019 lalu, dengan mengutus anak setiap desa untuk dididik secara khusus menjadi tokoh agama, tokoh ulama untuk mengawal program Gemantik di Kabupaten Wajo,” pungkas Amran Mahmud.

Penandatanganan MoU ini dilakukan sejumlah pihak sebagai bentuk dukungan berubah bentuk, diantaranya ketua pengurus Catering pondok pesantren As’adiyah, ketua pengurus koperasi pondok pesantren As’adiyah, BMT As’adiyah pimpinan BNI cabang Sengkang, pimpinan BRI cabang Sengkang, pimpinan PT. Bank Sulselbar cabang Sengkang, pimpinan PT. BSM cabang Sengkang.

Selanjutnya juga dengan lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 15 perguruan tinggi, juga dilanjutkan dari Bupati dan Walikota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan serta dari Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Editor : HS. Agus

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Wajo Menerima Ranperda APBD Perubahan untuk Dibahas

Daerah

Ini Bentuk Kepedulian Elviyana Aras Kepada PMII Wajo

Politik

Warga Tanasitolo Sebut Sufriadi Arif Mampu Menjadi Penyambung Lidah di Gedung Parlemen Sulsel

Sulsel

Pasca Kebakaran Pasar Tempe, Pemkab Wajo Bangun Lapak Sementara

Peristiwa

Sijago Merah Mengamuk, 3 Rumah Ludes Terbakar di Paojepe Keera

Daerah

Bupati Wajo: Penanganan dan Penanggulangan Penyalagunaan Narkoba Adalah Kewajiban Kita Semua

HALO POLISI

Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, Bhabinkamtibmas Polsek Keera Salurkan Bantuan Sembako

Olahraga

PB Ardiana “The Winner” Turnamen Bulutangkis PWI Cup II