Home / Ragam

Sabtu, 24 Juli 2021 - 10:35 WIB

Dinas Perikanan Pungut Retribusi di Kawasan Wisata Bangsalae, Anggota DPRD Sebut Terkesan Pungli

Tempat pelelangan ikan Bangsalae, berubah fungsi jadi kawasan wisata Bangsalae (foto : Gus)

Tempat pelelangan ikan Bangsalae, berubah fungsi jadi kawasan wisata Bangsalae (foto : Gus)

MEDIABAHANA.COM, WAJO — Penarikan retribusi kendaraan di kawasan wisata Bangsalae, Siwa, Kecamatan Pitumpanua, oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wajo, menuai sorotan dari sejumlah kalangan.

Anggota Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif, mengaku tidak setuju jika Dinas Perikanan Dan Kelautan menarik retribusi sebelum ada aktivitas pelelangan ikan di kawasan wisata Bangsalae.

Legislator Gerindra ini menilai, jika retribusi yang dipungut Dinas Perikanan Dan Kelautan tidak sesuai peruntukannya, malah terkesan jadi pungutan liar (Pungli).

“Masa orang hanya mau masuk jalan – jalan dikenakan biaya retribusi kendaraan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Herman Arif, saat ini DPRD baru membahas rancangan Perda perubahan untuk retribusi pelelangan ikan.

Baca juga :  DPRD Wajo Gelar Rapat Paripurna Untuk Mendengar Jawaban Bupati Terhadap 3 Ranperda

“Saat ini DPRD baru membahas rancangan Perda untuk tarif retribusi, termasuk tempat pelelangan ikan,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan, H.Rukman Nawawi, warga Siwa.

Menurut H. Rukman, penarikan retribusi untuk kendaraan, yang dipungut pada saat masuk di lokasi kawasan Wisata Bangsalae, tidak tepat.

Katanya, dalam karcis tertera tulisan retribusi tempat pelelangan ikan untuk kendaraan.

Padahal, lanjutnya, tempat itu tidak pernah ada aktivitas pelelangan ikan.

“Saya kira keliru kalau Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wajo, menarik pungutan retribusi di situ, karena tidak pernah ada aktivitas pelelangan ikan di tempat itu, ini harus dievaluasi,” ujarnya.

Baca juga :  Kadis PUPRP, Tantangan Dan Harapan Menunggu Sentuhan Tangan Dinginmu

Petugas retribusi yang mengaku honorer dinas Perikanan dan Kelautan, mengatakan, dalam satu hari dia bisa menarik retribusi kendaraan antara Rp. 20 ribu sampai Rp. 50 ribu.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wajo, Ir Naspari, membenarkan adanya penarikan retribusi parkir dalam kawasan wisata Bangsalae.

Menurutnya, yang dipungut adalah parkiran kendaraannya, dan itu sesuai dengan aturan yaitu Perda tentang retribusi.

“Apapun alasannya, baik itu sekedar jalan – jalan atau melihat panorama, jika masuk di lokasi itu, pasti dikenakan tarif pembayaran parkiran,” jelas Naspari. (**)

Editor : HS. Agus

Share :

Baca Juga

Ragam

HDCI Bagikan Sembako Untuk Korban Banjir Pitumpanua

Ragam

Alokasi Anggaran Pembangunan Rabat Beton Jalan Pisang Dipindahkan

Ragam

Cegah Meluasnya Lahan Kritis, Warga Harus Sadar Lingkungan

Ragam

Pupuk Kimia Langka, Dinas Pertanian Bagikan 100 Ribu Liter Pupuk Cair

Ragam

In Memorian Sekertaris PWI Kabupaten Wajo, Abdul Wahab Limpo SH

Ragam

Bupati Wajo Resmikan Masjid Ar-Rauf, Sekaligus Khatib Jum’at

Ragam

Instruksi Penanganan Banjir, Bupati Wajo : Dinas PUPR Rehabilitasi Drainase, DLH Bersihkan Sampah

Ragam

Terverifikasi Administrasi, Dewan Pers Kembali Lakukan Verifikasi Faktual Media Sinergi dan Media Sinergi.co