BAP Tambahan Diduga Fiktif, PH Terdakwa Sunawar Sebut Dakwaan JPU Cacat Formil

  • Bagikan
Penasehat Hukum (PH) Sunawar, Sudirman SH. MH (foto : istimewa)

MEDIABAHANA.COM, WAJO – Kasus dugaan penggelapan dan penipuan yang menjerat terdakwa Sunawar memasuki babak baru.

Penasihat Hukum (PH) Sunawar, Sudirman SH.MH. yang dihubungi Minggu 28 Agustus 2021, menjelaskan, kasus yang menjerat kliennya bermula saat Sunawar dan Usman memulai bisnis jual beli sapi. Sunawar sebagai pembeli sapi (Tempat Pemotongan Hewan) dan Usman sebagai penyedia atau penjual sapi.

Dalam kerjasama itu, terjadi selisih dari harga penjualan sehingga Usman mengalami kerugian dan terlilit hutang. Usman dilapor oleh sejumlah pemilik sapi dan, saat ini Usman telah mendekam di jeruji besi usai di vonis bersalah oleh PN Sengkang atas kasus penipuan dan penggelapan.

Atas kejadian itu, Hartina Istri dari terpidana Usman tidak terima dengan kejadian yang dialami suaminya sehingga ikut melaporkan Sunawar ke pihak kepolisian.

“Kalau merasa dirugikan, seharusnya yang melapor Usman, bukan istrinya, karena sunawar dan istri Usman tidak memiliki hubungan bisnis. Laporan yang dilayangkan istri Usman sekali lagi saya katakan tidak memiliki legal standing dan sangat lucu jika JPU menuntut kliennya bersalah,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam sidang penyampaian duplik atau tanggapan atas replik yang di sampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nadrah Nasir SH. MH.

Sudirman selaku PH Dalam penyampaian dupliknya dihadapan hakim, meminta hakim menerima pledoi Sunawar dan membebaskan dari dakwaan serta tuntutan JPU.

“Saksi hartina tidak mempunyai legal standing. Dakwaan JPU cacat formil sebab berita acara tambahan merupakan berita acara fiktif. Perkara Sunawar bukanlah perkara pidana melainkan perkara perdata. Atas poin-poin diatas meminta majelis hakim untuk membebaskan Sunawar dari seluruh dakwaan serta tuntutan JPU,” kata PH dari terdakwa Sunawar.

Pengacara Sunawar juga menyampaikan keberatan atas replik dan tuntutan jaksa. Dalam dupliknya disampaikan bahwa JPU tidak menyebutkan perbuatan hukum antara hartina dengan sunawar

Akan tetapi menguraikan kejadian yang sesungguhnya yaitu perbuatan hukum yang terjadi dalam perkara ini adalah antara Usman dan Sunawar.

Sudirman juga menuding JPU telah melakukan penyelundupan fakta tentang keterangan ahli. Sebab JPU sama sekali tidak pernah memberikan keterangan sepanjanh pembuktian persidangan

“Replik yang disampaikan JPU menegaskan Hartina tidak ada
hubungan hukum dengan Sunawar tidak mempunyai legal standing untuk
melaporkan Sunawar dalam perkara ini.
JPU juga mengaku telah menganalisa fakta persidangan berupa keterangan ahli sebab pada perkara a quo sama sekali tidak pernah diperiksa ahli yang memberi keterangan sepanjang pembuktian persidangan pada perkara a quo sehingga pernyataan Jaksa Penuntut Umum tersebut di atas
merupakan penyelundupan fakta,” terangnya

Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, A. Rico Sitanggang. (**)

Editor : Moh. Supriyadi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan