Pasca Pemutusan Kontrak, DPRD Wajo Harapkan Pembangunan Pasar Tempe Segera Dilanjutkan

  • Bagikan
Pembangunan Pasar Tempe diputuskan kontraknya oleh Balai Prasarana Pemukiman wilayah Sulsel (foto: Gus)

MEDIABAHANA.COM, WAJO —Pasca pemutusan kontrak pembangunan Pasar Tempe Kabupaten Wajo, Rabu 24 November 2021, oleh Kementerian PUPR, sejumlah anggota DPRD Wajo berharap agar pemerintah segera mengambil langkah kongkret melanjutkan kembali pembangunan Pasar Tempe.

Ketua Komisi III DPRD Wajo, Taqwa Gaffar berharap, Pasar Tempe dapat dilanjutkan kembali pembangunannya, karena Pasar tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Wajo.

Legislator dari Partai Nasdem ini menyebut, dalam waktu dekat komisi III akan berkunjung ke Balai Prasarana Pemukiman wilayah Sul-sel untuk melakukan kordinasi.

“Komisi III akan mengagendakan kunjungan ke Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulsel untuk mendapatkan informasi kelanjutan pembangunan pasar tersebut,” ujarnya.

Harapan agar pembangunan Pasar Tempe tetap berlanjut, juga disuarakan H. Mustafa, anggota Komisi III DPRD Wajo.

Legislator dari Partai Gerindra ini berharap, permasalahan yang timbul dalam pembangunan Pasar Tempe, akibat kelalaian dari kontraktor bisa diselesaikan oleh pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Apalagi, lanjutnya, pembangunan Pasar Tempe adalah proyek multiyear yang menelan anggaran milyaran rupiah.

“Masalah pemutusan kontrak pembangunan Pasar Tempe adalah kewenangan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulsel. Kami berharap pembangunannya tetap dilanjutkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi Pasar Tempe adalah salah satu sektor pendapatan asli daerah (PAD),” harapnya.

Ketua Komisi II DPRD Wajo, H Sudirman Meru, memiliki harapan yang sama dengan anggota DPRD lainnya. Dia berharap pembangunan Pasar Tempe tidak mangkrak karena pemutusan kontrak.

Menurut Legislator PAN ini, pemutusan kontrak itu, jangan terindikasi sebagai penghentian proyek pembangunan Pasar Tempe, tapi melainkan hanya bagian dari proses penataan kembali managemen proyek pembangunan pasar hijau, yang pembangunannya sesuai dengan perencanaan gambar, spesifikasi dan kwalitas bangunan.

“Kami berharap secepatnya bangunan itu dilanjutkan kembali, supaya dapat selesai secara tuntas dalam waktu yang tidak lama. Kasihan masyarakat Wajo yang sudah menunggu penyelesaian pembangunan pada bulan 12 tahun 2021 sesuai dengan kontrak kerja, tapi yang terjadi malah pemutusan kontrak,” ujarnya.

Sudirman juga menjelaskan, bahwa dalam pembangunan Pasar Tempe ini, masyarakat dan pemerintah Kabupaten Wajo, hanya sebagai penerima manfaat. Pemerintah Kabupaten Wajo, tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi dalam proses pembangunan.

“Pemkab Wajo tidak punya kewenangan untuk mencampuri proses pembangunannya, Pemkab Wajo hanya berkewajiban menyediakan lokasi dan proses administrasi perijinannya,” pungkasnya. (**)

Editor : HS. Agus

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan